Selasa, 07 Agustus 2012

Periode Seni Lukis Modern di Indonesia


1.   Periode Perintisan Awal
Periode perintisan diawali oleh Raden Saleh Syarif Bustaman (Terbaya, 1814 – 1880), putra keluarga bangsawan pribumi yang mampu melukis gaya/cara barat (alat, media, dan teknik) yang natural dan romantis. Raden Saleh mendapat bimbingan dari pelukis Belgia Antonio Payen, pelukis Belanda A.Schelfhouf dan C.Kruseman di Den Haag. Raden Saleh berkeliling dan pernah tinggal di Negara – Negara Eropa.

Ciri – ciri karya lukisan Raden Saleh :
·         Bergaya natural dan romantis
·         Kuat dalam melukis potret dan binatang
·         Pengaruh romantisme Eropa terutama dari Delacroix
·         Pengamatan yang sangat baik pada alam dan binatang


 


2. Periode Mooi Indie
Selanjutnya muncul pelukis – pelukis yang memiliki konsep berbeda dengan masa perintisan, yaitu melukis keindahan dan keelokan alam Indonesia. Periode Mooi Indie juga disebut periode Indonesia Jelita atau Hindia Molek. Keadaan ini ditandai pula dengan datangnya para pelukis luar/barat.

Pelukis pada periode Mooi Indie, yaitu :
·         Abdullah Suriosubroto (1878 – 1941)
·         Mas Pirngadi (1875 – 1936)
·         Wakidi
·         Basuki Abdullah
·         Henk Ngantung, Lee Man Fong, dll
·         Rudolf Bonnet (Belanda), Walter Spies (Belgia), Romuldo Locatelli, Lee Mayer (Jerman), dan W.G. Hofker
Ciri – ciri lukisan pada periode Mooi Indie :
·         Pengambilan obyek alam yang indah
·         Tidak mencerminkan nilai – nilai jiwa merdeka
·         Kemahiran teknik melukis tidak dibarengi dengan penonjolan nilai spiritual
·         Menonjolkan nada erotis dalam melukiskan manusia


 
3. Periode Persagi
Bangkitnya kesadaran nasional yang dipelopori oleh Boedi Oetomo pada tahun 1908. Seniman S.Sudjojono, Surono, Abd. Salam, Agus Djajasumita mendirikan PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar Indonesia). Perkumpulan pertama di Jakarta ini, berupaya mengimbangi lembaga kesenian asing Kunstring yang mampu menghimpun lukisan – lukisan modern. PERSAGI berupaya dan menggali nilai – nilai yang yang mencerminkan kepribadian Indonesia yang sebenarnya.

Ciri – ciri lukisan pada periode PERSAGI :
·         Mementingkan nilai psikologis
·         Bertema perjuangan rakyat
·         Tidak terikat pada obyek alam yang nyata
·         Memiliki kepribadian Indonesia
·         Didasari oleh semangat dan keberanian

          

4. Periode Pendudukan Jepang
Cita PERSAGI masih melekat pada para pelukis, serta menyadari betapa pentingnya seni lukis untuk kepentingan revolusi. Pemerintah Jepang mendirikan KEIMIN BUNKA SHIDOSO, Lembaga Kesenian Indonesia – Jepang. Tahun 1943 berdiri PUTERA oleh Bung Karno, Bung Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan KH Mansyur. Tujuannya untuk memperhatikan dan memperkuat perkembangan seni dan budaya.

Ciri – ciri lukisan pada periode pendudukan Jepang :
·         Melanjutkan cerminan dari Periode PERSAGI
Tokoh – tokoh pada periode Pendudukan Jepang :
·         S. Sudjojono
·         Basuki Abdullah
·         Emiria Surnasa
·         Agus Djajasumita
·         Barli
·         Affandi
·         Hendra



5. Periode Sanggar
Periode sanggar (1945 – 1950) ditandai karena momentum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Para seniman mendapatkan angin segar.
Perkumpulan seniman pada periode Sanggar :
·         SIM (Seniman Indonesia Muda) sebelumnya bernama Seniman Masyarakat. Dipimpin oleh S.Sudjojono, anggotanya Affandi, Sudarso, Gunawan, Abdus Salam, Trubus, dll
·         Perkumpulan Pelukis Rakyat, didirikan oleh Affandi dan Hendra yang keluar dari perkumpulan SIM. Anggotanya Hendra, Sasongko, Kusnadi, dll
·         Prabangkara
·         Balai Perguruan Tinggi Guru Gambar
·         Seni Rupa pada Institut Teknologi Bandung
Ciri – ciri lukisan pada periode sanggar :
·         Warna – warna yang bersumber dari kebudayaan local
·         Bertema perjuangan



Periode Modern
Periode modern yaitu masa seperti saat ini. Lukisan – lukisannya pun lebih berkembang daripada periode – periode sebelumnya.

Ciri – ciri lukisan pada periode modern :
·         Bertema sosial, terutama kemiskinan kota
·         Bertema abstrak

   Tokoh – tokoh pada periode modern :
·         Jim Supangkat
·         Dede Eri Supria


      

10 komentar:

Blacklist Buana mengatakan...

terimakasih blog ini sangat membantu

Dinda Sukma mengatakan...

terima kasih kembali atas kunjungannya dan senang bisa membantu :)

Mia Qurrotul A mengatakan...

Mau tanya, bagaimana cara membuat template blogger seperti ini?

Nurul Fatah mengatakan...

terima kasih sangat membantu semoga bermanfaat

Mohammad Khalish mengatakan...

thanks ya kak, bermamfaat banget :)

Fathiya Panda mengatakan...

thanks informasinya.. sangat membantu.. ^^

Ana Arni mengatakan...

thanks kak

Diva Salsabila Anindita mengatakan...

Materi blog ini sangat membantu. Thanks :)

Frilia Zaskia mengatakan...

Thanks banget untuk infonya. Bener-bener bagus banget. Membantu banget juga, penjelasannya ringkas dan langsung ngena. Thanks banget :)

Hanif Naufal mengatakan...

terima kasih blog ini sangat membantu

Posting Komentar